Solo

Solo The Spirit Of Java

Bercerita tentang Solo adalah memotret keseharian orang-orangnya yang ‘njawani’. Setidaknya dari bahasa tubuh, tutur kata sampai gaya candanya (gojekan) yang ngajeni. Juga potret masa lalu yang anggun saat melihat Keraton, Gupolo Gladak, Pasar, Kampung-kampung, dan banyak lagi.

Namun Solo bukan bingkai waktu yang diam, kenyataannya kota ini juga mengglobal mulai genit dan bersolek. Bukan karena latah, namun karena orang Solo juga mengikuti perkembangan zaman, bukan sekedar hanyut didalamnya.

Orang Solo tidak sekedar bicara masalah lokal tapi sudah merembet ke isyu-isyu besar semacam global warming, information technology, ecology, heritage. Meskipiun dengan sedikit malu-malu. Sekian…. :-)

Sumber: Solopos

Tinggalkan Balasan