12/06/2008 18:20
Setengah Juta Lebih Warga Sumbar Terancam Tsunami
Liputan6.com, Padang: Sebanyak 534.878 warga Sumatra Barat terdata bermukim di daerah rawan tsunami. Demikian dikatakan Kepala Bidang Kesiagaan Badan Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat Sumbar Ade Edward di Padang, Kamis (12/6).
Ade menjelaskan, mereka bermukim di kawasan pesisir di Kota Padang, Pariaman, Kabupaten Pesisir Selatan, Padang Pariaman, Agam, Pasaman Barat dan Kepulauan Mentawai. Ia menyebutkan, warga bermukim di daerah terancam tsunami itu terbesar di Kota Padang, yakni mencapai 380.402 orang.
Berdasarkan sejarah dan hasil penelitian sejumlah ahli, Ade mengatakan, Sumbar merupakan satu daerah dengan potensi tsunami tinggi, Dari penelitian terungkap bencana gelombang tsunami menghantam Pulau Sumatra setiap 200 tahun dan Sumbar mempunyai potensi risiko tinggi jika musibah itu terjadi.
Penelitian itu, antara lain dilakukan Profesor Kerry Sieh dan Doktor Danny Natawidjaya, yang mengungkapkan, Sumbar terutama Kota Padang dalam sejarah telah dua kali dilanda gelombang tsunami, yakni pada tahun 1604 dan 1833.
Selain itu, majalah National Geographic Indonesia Edisi I juga menyebutkan Padang mempunyai potensi risiko tertinggi di dunia jika terjadi tsunami ditinjau dari jumlah penduduk yang berada di pesisir pantai.
Tingginya risiko itu, antara lain lantaran letak geografis daerah ini berbatasan langsung dengan Samudera Hindia dan dilalui lempeng Indo Australia-Eurasia yang aktif bergerak empat hingga enam sentimeter per tahun. Pergerakan lempeng itu jika bertumbukan atau mengalami patahan dapat memicu terjadinya gempa bumi yang berpotensi diikuti gelombang tsunami.
Sekalipun tidak semua gempa menimbulkan tsunami, namun karena Padang dan wilayah Sumbar lainnya dilalui lempeng, maka gempa akan bisa dirasakan. Dengan demikian, hal itu dapat menjadi peringatan dini akan terjadinya tsunami.
Tsunami didahului gempa yang disebabkan patahan atau tumbukan lempeng bumi, jatuhnya benda langit atau kekuatan tektonik di daratan yang mempengaruhi gerakan lempeng di dasar laut. Sedangkan tanda-tanda gempa berpotensi tsunami adalah yang menyebabkan manusia tidak bisa berdiri seimbang, robohnya bangunan dan getaran atau goncangan terjadi lebih dari satu menit.(ANS/ANTARA)
Sumber://http://www.liputan6.com/actual/?id=12514/
DIarsipkan di bawah: News | Leave a Comment »


